Gemilangtrimeidhasari's Blog

i say whatever

Peranan Audit Internal Di Dalam Menunjang Efektifitas Pengendalian Internal Pada Produk Bank Kredit Investasi 14 November 2009

Filed under: Ekonomi — gemilangtrimeidhasari @ 11:40 AM

1. Pendahuluan

Audit Internal merupakan salah satu bentuk pengawasan yang ada di bank, yang dapat membantu dalam proses pencapaian tujuan. Fungsi ini membantu pihak manajemen dalam proses pengendalian internal operasional bank yang sangat rentan terhadap berbagai resiko tertentu. Bagi bank, audit internal ini merupakan proses yang sangat penting dan tidak dapat dipisahkan dengan pengendalian internal pengelolaan kredit investasi. Hal ini dapat disebabkan karena pengendalian kredit investasi mempunyai tujuan agar resiko dalam pengelolaan kredit investasi dapat diminamalisir, sehingga tujuan kredit dapat tercapai baik dari segi keamanan (safety) maupun dari segi keuntungan (profitability) yang didapat dengan adanya pemberian kredit investasi tersebut.

2. Peranan Kredit Bagi Bank
Peranan kredit dalam operasi bank sangat besar dan penting karena sebagian besar bank masih mengandalkan sumber pendapatan utamanya dari operasi perkreditan. Sebagai instrumen yang sangat menentukan maju mundurnya suatu bank, sektor yang dianggap vital ini selalu menjadi pusat konsentrasi para manajemen perbankan dalam menetapkan segala langkah-langkah strategis guna memelihara volume pertumbuhan, tingkat kelancaran serta tercapainya tingkat produktivitas yang optimal dari pinjaman dengan tetap memperhatikan resiko yang ada. Maka untuk mendapatkan margin yang baik diperlukan pengelolaan perkreditan yang baik dan pengendalian internal yang efektif dan efisien.
Salah satu jenis kredit yang diberikan oleh bank adalah kredit investasi. Pengertian kredit investasi menurut Kasmir (2003; 109), adalah kredit jangka panjang yang biasanya digunakan untuk keperluan perluasan usaha/ membangun proyek/ pabrik baru atau keperluan rehabilitas.
Sehubungan dengan pengertian tersebut, maka pada umumnya jumlah uang dalam kredit investasi relatif besar dan jangka waktunya relatif lama. Hal ini akan menyangkut resiko pada pihak bank. Untuk menghindari atau memperkecil resiko atas pemberian kredit maka bank harus menetapkan suatu prosedur tertentu dalam memberikan kredit.

3. Faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan dalam pemberian kredit :

 Faktor Intern Bank :
1. Adanya self dialing atau tindakan kecurangan darii aparat pengelola kredit
2. Kurang baiknya managemen information system yang dibangun pada bank yang bersangkutan
3. Kurangnya pengawasan kredit yang dilakukan oleh bank yang bersangkutan kepada para nasabah debiturnya

 Faktor Eksternal Bank :
1. Kegiatan perekonomian makro/ kegiatan politik/ kebijaksanaan pemerintah yang diluar jangkauan bank untuk diperkirakan
2. Adanya bencana alam dan kejadian-kejadian lain yang diluar dugaan
3. Adanya persaingan yang cukup tajam diantara perbankan, sehingga bank yang bersangkutan tidak mampu untuk melakukan seleksi risiko usahanya dibidang perkreditan

4. Audit Internal
Pengertian audit internal menurut Mulyadi (2002;29) adalah auditor yang bekerja dalam perusahaan yang tugas pokoknya adalah menentukan apakah kebijakan dan prosedur yang ditetapkan oleh manajemen puncak telah dipatuhi, menentukan baik atau tidaknya penjagaan terhadap kekayaan organisasi, menentukan efektifitas dan efisiensi prosedur kegiatan organisasi, serta menentukan keandalan informasi yang dihasilkan oleh berbagai bagian organisasi.
Audit internal bertujuan untuk membantu semua bagian dalam perusahaan agar dapat melaksanakan fungsinya secara efektif dan efisien. Audit internal akan memberikan penilaian, pandangan, ataupun saran-saran yang akan dapat membantu semua bagian dalam perusahaan untuk melaksanakan aktivitasnya dengan baik.

5. Pengendalian Internal
Secara umum, Pengendalian Internal merupakan rencana, metoda, prosedur, dan kebijakan yang didesain oleh manajemen untuk memberi jaminan yang memadai atas tercapainya efisiensi dan efektivitas operasional, kehandalan pelaporan keuangan, pengamanan terhadap aset, ketaatan/kepatuhan terhadap undang-undang, kebijakan dan peraturan lain.
Suatu pengendalian intern bisa dikatakan efektif apabila ketiga kategori tujuan perusahaan tersebut dapat dicapai, yaitu dengan kondisi :
a) Direksi dan manajemen mendapat pemahaman akan arah pencapaian tujuan perusahaan, dengan, meliputi pencapaian tujuan atau target perusahaan, termasuk juga kinerja, tingkat profitabilitas, dan keamanan sumberdaya (asset) perusahaan
b) Laporan Kuangan yang dipublikasikan adalah handal dan dapat dipercaya, yang meliputi laporan segmen maupun interim
c) Prosedur dan peraturan yang telah ditetapkan oleh perusahaan sudah taati dan dipatuhi dengan semestinya

 Tujuan Pengendalian Intern Adalah Menjamin Manajemen Perusahaan Agar :
1. Tujuan perusahaan yang ditetapkan akan dapat dicapai.
2. Laporan keuangan yang dihasilkan perusahaan dapat dipercaya.
3. Kegiatan perusahaan sejalan dengan hukum dan peraturan yang berlaku.

Pengendalian intern dapat mencegah kerugian atau pemborosan pengolahan sumber daya perusahaan. Pengendalian intern dapat menyediakan informasi tentang bagaimana menilai kinerja perusahaan dan manajemen perusahaan serta menyediakan informasi yang akan digunakan sebagai pedoman dalam perencanaan.

 Sasaran Pengendalian Intern
1. Mendukung operasi perusahaan yang efektif dan efisien.
2. Laporan Keuangan yang handal/akuntabel
3. Perlindungan asset
4. Mengecek keakuratan dan kehandalan data akuntansi
5. keseduaan dengan hukum dan peraturan –peraturan yang berlaku
6. membantu menentukan kebijakan manajerial

6. Hubungan Audit Internal Dengan Efektifitas Pengendalian Internal Kredit Investasi

Audit internal adalah fungsi penilaian yang independent dalam suatu organisasi yang diperlukan untuk memeriksa, menilai, dan mengevaluasi pengendalian internal, termasuk pengendalian internal kredit investasi. Tujuan audit bagi suatu perusahaan tidak hanya sekedar untuk mengamati dan mengecek kegiatan secara fisik saja, tetapi juga untuk melaksanakan suatu fungsi yang sangat berguna dalam melakukan pengecekan secara periodik terhadap catatan-catatan dan untuk menetapkan kebenaran catatan tersebut, mengevaluasi pengendalian internal dan mengecek adanya ketaatan pada prosedur yang telah ditetapkan.

Audit internal merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari suatu pengendalian di suatu perusahaan. Audit internal membantu manajemen dalam menjalankan pengendalian di perusahaan, sehingga bila ada penyelewengan –penyelewengan dapat dideteksi lebih dini.

Audit internal mempunyai peranan yang penting di dalam mengefektifan pengendalian internal atas kredit investasi, karena melalui fungsi ini kesepadanan dan keefektifan pengendalian internal selalu dikaji atau dinilai secara kontinyu dan tidak memihak (independent) sehingga pengendalian internal atas kredit investasi dapat dijaga agar tetap memadai dan berfungsi sebagaimana yang diharapkan.

7. Contoh Kasus pada PT Bank Nasional Indonesia 46 (Persero) cabang Asia-Afrika-Bandung
Seperti bank lain pada umumnya, PT Bank Nasional Indonesia 46 (Persero) juga memiliki kredit yang merupakan sumber penyaluran dana yang utama sekaligus merupakan sumber pendapatan opersional terbesar sebagian besar kredit di PT Bank Nasional Indonesia 46 (Persero) diberikan dalam bentuk Kredit Modal Kerja dan Kredit Investasi berjangka waktu pendek, menengah dan panjang.

Kredit investasi yang diberikan PT Bank Nasional Indonesia 46 (Persero) biasanya digunakan untuk membiayai pengembangan usaha dalam bentuk pembuatan bangunan usaha (misalnya, pembangunan gedung, perluasan bangunan untuk produksi, perluasan bangunan kantor, dan lainnya), pembelian mesin-mesin, kendaraan, dan peralatan.

Sasaran yang ingin dicapai PT Bank Nasional Indonesia 46 (Persero) dalam penyaluran dana dalam bentuk kredit investasi ini adalah untuk mengembangkan portofolio kredit investasi yang sehat dan menguntungkan melalui pemberian kredit investasi di kantor cabang yang memperhatikan asas kehati-hatian dengan memfokuskan pada segmen pasar pada kantor cabang serta memberikan pelayanan produk yang sesuai dengan kebutuhan nasabah.

Dalam melaksanakan auditnya, audit internal melakukan semua prosedur audit yang telah ada. Dari program audit, auditor internal melakukan audit untuk memperoleh bukti-bukti atas temuan atau aktivitas yang mengandung kelemahan atau penyimpangan. Hasil audit akan dicatat dalam kertas kerja audit. Ruang lingkup yang akan diaudit hanya pada kredit investasi saja.
Dalam hal audit yang dilakukan terhadap audit kredit investasi, maka bagian-bagian yang terlibat langsung dalam pengelolaan kredit investasi, yaitu : Manajer Pemasaran, Accounting Officer (AO), dan Administrasi Kredit (ADK).

Audit yang dilakukan bertujuan :
1. Memeriksa apakah pengendalian internal kredit investasi telah sesuai dengan apa yang telah ditetapkan
2. Memeriksa apakah peraturan Bank Indonesia dan kantor pusat yang berhubungan dengan perkreditan telah ditaati
3. Memeriksa apakah perencanaan dan kebijaksanaan kredit investasi yang dilaksanakan telah sesuai dengan prosedur dan kebijaksanaan yang ditetapkan kantor pusat
4. Meyakini kebenaran data dan dokumen yang berhubungan dengan para debitur, dari segala kelengkapan dan kebenaran

Efektivitas Audit Internal Kredit Investasi PT Bank Nasional Indonesia 46 (Persero) :
Setelah melakukan penelitian di PT Bank Nasional Indonesia 46 (Persero) mengenai pelaksanaana audit terhadap kredit investasi, maka berpendapat bahwa pelaksanaan audit internal di PT Bank Nasional Indonesia 46 (Persero) telah efektif. Hal ini dapat dilihat dari unsur-unsur sebagai berikut :
1. Independensi Audit Internal
% independensi = jumlah yang menjawab “ya” x 100 %
Total Koresponden
= 24 x 100 % = 80%
30
Dari perhitungan di atas menunjukkan bahwa audit internal independen dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.

2. Kemampuan Profesional
% kemampuan professional = 25 x 100% = 71,42 %
35
Dari perhitungan di atas menunjukkan bahwa audit internal mempunyai kemampuan professional dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.

3. Lingkup Pekerjaan
% lingkup pekerjaan = 22 x 100% = 88%
25
Dari perhitungan di atas menunjukkan bahwa audit internal mempunyai lingkup pekerjaan yang dilaksanakan dengan sangat baik.

4. Pelaksanaan Kegiatan Audit
% pelaksanaan kegiatan audit = 49 x 100 % = 75,38 %
65
Dari perhitungan di atas menunjukkan bahwa audit internal dalam pelaksanaan kegiatan auditnya dilaksanakan dengan sangat baik.

Efektivitas Pengendalian Internal Kredit Investasi PT Bank Nasional Indonesia 46 (Persero) :
Pengendalian internal kredit investasi di PT Bank Nasional Indonesia 46 (Persero) dapat dikatakan efektif. Hal ini dapat diketahui dengan diterapkannya unsur-unsur pengendalian internal (lingkungan pengendalian, penaksiran resiko, informasi dan komunikasi, kegiatan pengendalian, dan pemantauan) yang merupakan indikator sebuah pengendalian yang efektif.
1. Perhitungan Persentase Terhadap Lingkungan Pengendalian Berdasarkan Hasil Jawaban Kuesioner

% pelaksanaan kegiatan audit = 26 x 100 % = 65 %
40
Dari perhitungan tersebut menunjukkan bahwa auditor internal dalam pelaksanaan kegiatan auditnya dilaksanakan dengan cukup baik.

2. Perhitungan Persentase Terhadap Penaksiran Resiko Berdasarkan Hasil Jawaban Kuesioner
% penaksiran resiko = 24 x 100 % = 68,57 %
35
Dari perhitungan tersebut menunjukkan bahwa auditor internal dalam penaksiran resiko auditnya dilaksanakan dengan cukup baik.

3. Perhitungan Persentase Terhadap Informasi dan Komunikasi Berdasarkan Hasil Jawaban Kuesioner
% informasi dan komunikasi = 15 x 100% = 70 %
20
Dari perhitungan tersebut menunjukkan bahwa auditor internal dalam informasi dan komunikasi auditnya dilaksanakan dengan cukup baik.

4. Perhitungan Persentase Terhadap Kegiatan Pengendalian Berdasarkan Hasil Jawaban Kuesioner
% kegiatan pengendalian = 44 x 100% = 97,77 %
45
Dari perhitungan tersebut menunjukkan bahwa auditor internal dalam kegiatan pengendalian auditnya dilaksanakan dengan cukup baik.

5. Perhitungan Persentase Terhadap Pemantauan Berdasarkan Hasil Jawaban Kuesioner
% pemantauan = 10 x 100% = 66,66%
15
Dari perhitungan tersebut menunjukkan bahwa auditor internal dalam melakukan pemantauan dilaksanakan dengan cukup baik.

Peranan Audit Internal di Dalam Menunjang Efektifitas Pengendalian Internal Kredit Investasi
• Efektifitas Audit Internal Kredit Investasi
Perhitungan : 120 x 100% = 77,41 %
155
Hasil pengujian tersebut dapat disimpulkan bahwa audit internal kredit investasi PT BNI 46 (Persero) cabang Asia Afrika, Bandung sangat efektif.

• Efektivitas Pengendalian Internal Kredit Investasi
Perhitungan : 119 x 100% = 76,77%
155
Hasil pengujian tersebut dapat disimpulkan bahwa pengendalian internal kredit investasi PT BNI 46 (Persero) cabang Asia Afrika, Bandung sangat efektif.

• Peranan Audit Internal di Dalam Menunjang Efektivitas Pengendalian Internal Kredit Investasi
Perhitungan : 41 x 100% = 82 %
50
Hasil pengujian tersebut dapat disimpulkan bahwa audit internal sangat berperan dalam menunjang efektivitas pengendalian internal kredit investasi PT BNI 46 (Persero) cabang Asia Afrika, Bandung

8. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa :
1. Audit yang diterapkan dan dijalankan oleh PT Bank BNI 46 (Persero) Cabang Asia Afrika, Bandung telah efektif
2. Pengendalian internal kredit investasi yang dilaksanakan PT Bank BNI 46 (Persero) Cabang Asia Afrika, Bandung telah efektif, hal ini di dukung oleh unsur-unsur pengendalian internal yaitu :
a. Lingkungsn pengendalian internal kredit investasi didukung oleh kebijakan- kebijakan dan prosedur internal bank yang memberikan rambu-rambu agar pelaksanaan operasionalnya mendekati ukuran efektifitas yang ideal, terutama masalah moral, etika, dan keahlian SDM.
b. Adanya perkiraan resiko (perbedaan antara target dan realisasi) sehingga bank dapat mengikuti setiap perkembangan yang terjadi.
3. Audit internal berperan dalam menunjang efektifitas pengendalian internal kredit investasi, hal ini terlihat pada :
a. Audit internal secara kontinyu melakukan evaluasi kelayakan prosedur yang berhubungan dengan pengelolan kredit investasi
b. Audit internal menilai keabsahan pengotorisasian, kelengkapan, penilaian, pengklasifikasian, dan ketepatan waktu pencatatan transaksi kredit investasi

DAFTAR PUSTAKA

Sistem Pengendalian Intern (SPI). http://www.putra-finance-accounting-taxation.blogspot.com
Pengendalian Internal. http://www.one.indoskripsi.com
Pengendalian Internal. http://www.id.wikipedia.org
Pribowo, Akbar. 2007. Peranan Audit Internal Di Dalam Menunjang Efektifitas Pengendalian Internal Kredit Investasi (Studi kasus pada PT. Bank Nasional Indonesia 46 (Persero) cabang Asia-Afrika-Bandung). http://www.dspace.widyatama.ac.id

About these ads
 

13 Responses to “Peranan Audit Internal Di Dalam Menunjang Efektifitas Pengendalian Internal Pada Produk Bank Kredit Investasi”

  1. yuli Says:

    MENARIK BANGET . . . boleh tau siapa penulisnya? lengkap dengan title nya nggak?? i’m waiting 4 the repeat . . thx b4

  2. bambang Adji S Says:

    Good ….artikelnya bagus juga

  3. Tutus Says:

    Mas sampeyan dapat data kasus di BNi 46 cabang Asia Afrika Bandung dari siapa ? Thanks

  4. wijaya Says:

    cara membuat laporan yang baik seperti apa

  5. Dimaz Says:

    Mw tanya,klo fungsi audit sistem informasi thd credit review pd Bank Umum gtu bagamana yaa ? atau punya referensi utk menjawab pertanyaan sya tsb.

    Makasih bnyak sblmnyaa..

  6. Lily Rymail Says:

    Bagus bangeT tulisannya,,
    BTw,,boleh minta contoh kuesionernya ga??
    buat referensi niih,,penting banget,,
    Makasiiii…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.